Peternak Lebah Gaza Pertahankan 35 Sarang di Tengah Reruntuhan

0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Ibrahim Naji al-Dabba, seorang peternak lebah berusia 49 tahun, masih melanjutkan pekerjaannya meskipun kehilangan sebagian besar sarang dan peralatan akibat konflik di Gaza. Setiap pagi ia naik ke atap menara hunian yang rusak di kawasan Tel al-Hawa, Gaza City, untuk merawat barisan sarang lebah yang dikelilingi puing-puing beton.

Sebelum konflik, al-Dabba mengelola lebih dari 400 sarang lebah yang tersebar di wilayah timur Gaza. Usaha ini mencakup fasilitas penyimpanan, peralatan lengkap, serta kendaraan pengangkut yang mendukung operasional harian. Kini hanya tersisa sekitar 35 sarang yang dapat ia rawat di lokasi baru.

Kondisi atap yang bukan tempat ideal untuk beternak lebah menjadi satu-satunya pilihan setelah ia dan keluarganya mengungsi dari kawasan Shuja’iyya. Sebagai ayah dari tujuh anak, al-Dabba memandang pekerjaan ini sebagai sumber penghidupan utama yang telah berlangsung puluhan tahun.

Dari sudut pandang ketahanan pangan, keberadaan koloni lebah seperti milik al-Dabba berperan penting dalam proses penyerbukan tanaman pertanian lokal. Penurunan jumlah sarang secara drastis berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman yang bergantung pada serangga penyerbuk di wilayah tersebut.

Selain itu, hilangnya infrastruktur pendukung seperti kendaraan dan gudang penyimpanan menimbulkan tantangan logistik yang signifikan bagi distribusi hasil panen madu. Peternak harus menyesuaikan metode pengelolaan dengan keterbatasan akses dan sumber daya yang tersedia.

Al-Dabba bekerja bersama putra-putranya di lokasi baru tersebut. Rutinitas harian ini mencerminkan upaya mempertahankan keterampilan tradisional di tengah kondisi yang berubah drastis. Meskipun skala usaha menyusut dari 400 menjadi 35 sarang, komitmen untuk melanjutkan pekerjaan tetap menjadi prioritas.

Situasi ini juga menyoroti bagaimana sektor pertanian skala kecil menghadapi tekanan berkelanjutan ketika infrastruktur dasar terganggu. Pemeliharaan koloni lebah memerlukan perhatian konsisten terhadap kesehatan sarang, suhu, dan sumber pakan, yang semuanya menjadi lebih rumit dalam lingkungan yang tidak stabil.

Dengan sumber daya yang terbatas, al-Dabba fokus pada perawatan sarang yang masih ada untuk menjaga kelangsungan usaha keluarga. Langkah ini menunjukkan adaptasi terhadap realitas baru tanpa meninggalkan profesi yang telah menjadi bagian integral kehidupannya selama puluhan tahun.

Happy
0 0 %
Sad
0 0 %
Excited
0 0 %
Sleepy
0 0 %
Angry
0 0 %
Surprise
0 0 %

Related posts